Just Intermezzo
Monday, October 27th, 2008Ketika mimpi menjadi real fantasy
bukan sekedar ilusi
ataupun imajinasi
tak bisa dipungkiri
sebagai hadiah terbesar untuk kemenangan hati…
Ketika mimpi menjadi real fantasy
bukan sekedar ilusi
ataupun imajinasi
tak bisa dipungkiri
sebagai hadiah terbesar untuk kemenangan hati…
Sebuah senyuman hadir…
manis…
manis…
kulihat lg kembali
manis…dan manis..
tapi mungkin, bukan milikku..
huffffsz…
at least,ku kagumi nikmat tuhan..
keindahan tanpa batas…
knp ya terbesit suatu keinginan
tuk menikah dengannya..
he2
beruntung seseorang bisa jd istrinya
loch..??? ho2
Kadang, sebagian orang membatasi mimpinya dan berkata,”jangan terlalu bermimpi yang muluk2″.Bukannya akan melemahkan jiwa seseorang. Bahwa dy gaa bkl bisa ngeraihnya.Tapi, ka selalu ga pingin batasin segala sesuatunya. Mimpi, bukannya bwt qt sengat untuk meraihnya.Ngeluarain sekuat tenaga untuk ngeraihnya. Yg pasti, ka sendiri ga pernah batasin mimpi2 ka. Insya allah, ka bkl selalu jd org yg optimis.
SEbentar lagi,waktu itu akan datang. Tidak terlalu cepat, tapi rasanya ga sabar bwt hari itu datang. SElangkah lagi,semuanya akan berakhir. Berakhir untuk memulai sesuatu dunia yang baru. Sabar dan sabar. Kadang emang jenuh untuk menunggu sekian lama. Apalagi, semangat ga selamanya utuh. Kadang ku sampai pada titik jenuh. SEkali lagi, ka ga sabar untuk menunggu saat itu. sebuah senyuman saja,memang selalu membuat ka tenang…